Saat memutuskan untuk berbisnis pastinya yang pertama kali Anda pikirkan adalah modal.
Akan didapat dari mana? Karena tanpa modal Anda pasti akan kebingungan dalam
membuka usaha. Tlpe modal usaha yang membantu bisnis Anda pun beragam.

Terkadang sumber modal tersebut ada yang tidak cocok untuk Anda sehingga justru akan
merugikan Anda. Sehingga Anda harus mempelajari betul tipe modal usaha yang cocok
untuk usaha Anda dan bisa membantu mengembangkan bisnis Anda. Karena ada juga tipe
beberapa modal yang disuntik oleh investor ternyata membuat bisnis justru gulung tikar.
Makanya Anda harus benar - benar jeli dalam menentukan tipe modal yang sesuai dengan
bisnis Anda.

Berikut ada 4 sumber modal usaha UKM yang membantu bisnis Anda. Jangan
sampai salah pilih ya!

1. Modal Usaha dari Pemerintah

Modal usaha dari pemerintah mungkin akan menjadi modal usaha yang membantu bisnis
Anda. Apalagi saat ini pemerintah Iewat beberapa programnya sedang gencar untuk
meningkatkan jumlah UKM Indonesia. Melihat Indonesia sangat kekurangan wirausaha
yang jumlahnya belum mencapai 2 persen dari total penduduk Indonesia.

Selain itu pemerintah pun menyimpulkan bahwa UKM yang didirikan oleh para pengusaha
Indonesia ternyata tak rentan oleh krisis yang melanda. Terlihat di tahun 1998 ketika
perusahaan-perusahaan besar bangkrut, UKM masih bisa memperoleh keuntungan.

UKM juga dinilai oleh pemerintah bisa membantu dalam mengurangi tingginya
pengangguran di Indonesia dan sempitnya Iapangan kerja.

2. Modal Usaha dari Angel Investor

Modal usaha dari Investor malaikat atau angel investor memang sangat Iangka didapat.
Biasanya pemodal berasal dari individu yang kaya raya dan ingin memberikan modal untuk
bisnis untuk sebuah bisnis yang masih rintisan (startup). Meski investor malaikat namun
tetap saja sang investor meminta imbalan berupa obligasi konversi atau ekuitas
kepemilikan.

Angel investor biasanya bisa kita dapatkan dari keluarga dan teman. Modalnya bisa berupa
suntikan dana sekali dalam bentuk dana awal (seed money). Bisa juga modalnya hanya
berupa dukungan kontinu untuk mengoperasikan perusahaan dalam kondisi yang sulit.

Meskipun angel investor biasanya kerabat dekat ternyata perlu juga mempersentasikan
bisnis kita. Agar mereka tidak ragu untuk memberikan suntikan dana ke dalam bisnis kita.
Dan ketika bisnis kita dalam keadaan krisis dan membutuhkan suntikan dana kita pun
perlu untuk mempermak ulang konsep bisnis kita mungkin ada yang salah. Atau perlu
menambah inovasi agar tak ketinggalan zaman. Konsep tersebut harus juga dijelaskan
kepada calon angel investor agar mereka merasa yakin bahwa dana yang mereka berikan
akan berkembang.

3. Model Usaha Dari Perbankan

Tak sedikit pebisnis yang ingin membuka bisnisnya dengan modal dari perbankan. Bahkan
sampai meminjam identitas orang lain agar cair dana pinjamannya. Modal dari perbankan
memang cukup besar untuk memulai suatu usaha. Namun tak sedikit orang yang
usahanya bangkrut karena harus membayar bunga bank.

Jadi usaha yang dibangun belum balik modal namun sudah harus membayar bunga ke
bank. Sehingga terpaksa gulung tikar. Sehingga mendapatkan modal usaha dari perbankan
tidak disarankan. Namun ada juga yang bank syariah yang menerapkan sistem pinjaman
yang nol persen bebas bunga dan riba.

Perbankan juga menerapkan syarat—syarat tertentu kepada calon nasabah yang
mengajukan pinjaman. Jadi jika tak memenuhi syarat-syarat tertentu Anda tak bisa
mengajukan permohonan modal kepada perbankan.

4. Pinjaman dari Lembaga Keuangan Non Bank

Selain bank orang juga ketika ingin mendapatkan modal biasanya meminjam modal dari
lembaga keuangan non bank. Lembaga ini memang dibentuk oleh pemerintah dengan
tujuan agar pengembangan pasar uang dan pasar modal. Selain itu juga untuk membantu
para permodalan perusahaan terutama untuk para pengusaha yang masih membutuhkan
modal.

Lembaga keuangan bukan bank ini beraneka macam seperti pegadaian, perusahaan sewa
gedung, koperasi simpan pinjam, asuransi, pasar modal atau bursa efek dan lembaga
penyelenggara dana pensiun.

Meski lembaga keuangan bukan bank bukan berarti membebaskan Anda dari bunga.
Lembaga ini juga menerapkan bunga yang cukup besar sehingga Anda sebaiknya
memikirkan ulang jika ingin meminjam dana kepada lembaga keuangan non bank.

.