Bagi dunia bisnis konsep waralaba memang tidak diragukan lagi keberhasilannya. Karena dengan konsep tersebut sebuah usaha cepat dikenalnya bukan hanya untuk negeri sendiri namun juga mancanegara. Jadi tak salah jika 10 waralaba ini, punya cabang di beberapa negara.

Berikut 10 waralaba yang memiliki cabang diluar negeri

1. Kebab Baba Rafi

1_61.jpg

Siapa sangka jika makanan yang diadaptasi dari makanan khas Turki ini bisa laris manis hingga ke pasar global. Bahkan Kebab Baba Rafi ini kini telah menjadi waralaba kebab terbesar di dunia. Adalah Hendy Setiono yang menggagas usaha makanan yang berasal dari timur tengah ini. Sejak tahun 2003, Hendy bersama mantan istrinya mendiri UKM ini, di Surabaya dengan sebuah gerobak yang sederhana,  Dua tahun kemudian tepatnya di tahun 2005, Kebab Baba Rafi pun mulai diwaralabakan karena waralaba rnerupakan usaha yang potensial dan menjanjikan. Selang dua tahun kemudian tepatnya di tahun 2007 ini, usaha Kebab Turki Baba Rafi ini telah berkembang  sangat cepat hingga selu ruh Indonesia dengan berdirinya 336 outlet.

2.Jco Donuts

2_58.jpg

Banyak yang salah menebak bahwa Jco Donuts merupakan waralaba asing padahal ini adalah UKM Iokal Indonesia yang kini telah menjadi perusahaan yang besar. Perusahaan ini didirikan  oleh Johni Andrean seorang pengusaha yang sukses di bidang salon.  Jco bukan saja memproduksi donat namun juga Yoghurt beku dan kopi. Proses pengembangan Jco menjadi besar seperti sekarang tentunya tak semudah membalikkan telapak tangan. Johni butuh waktu tiga tahun untuk melakukannya. Johny melakukan nset, survey pasar dan sampling mengenai donat seperti apa yang diinginkan oleh masyarakat.  Baru akhirnya dia memulai usaha.  Begitu juga dengan kopi dan Yoghurtnya dia melakukan hal yang serupa. Setelah melakukan survei secara matang akhirnya Johni mulai memberanikan diri membuka bisnisnya di bulan Juni 2005. Gerai Jco pertama kali dibuka di kawasan Supermall, Karawaci, Tanggerang. Dan ternyata konsepnya tersebut berhasil diterapkan. Banyak pengunjung yang penasaran dan  ingin membeli Iagi donatnya,

3. Es Teler 77

3_62.jpg

Nama Es Teler 77 begitu fenomenal meskipun telah banyak es teler yang menyerupainya. Siapa sangka jika bisnis yang telah Ians manis ini dulunya hanya sebuah warung tenda sederhana milik Murniati Widjaja. Warung tersebut terletak di teras sebuah pertokoan Duta  Merlin di kawasan Jakarta Pusat yang kini telah menjadi Carefour Harmony.

Ketika usia Es Teler 77 menginjak di tahun ke enam tepatnya di tahun 1987, sang menantu, Sukyanto Nugroho mulai mewaralabakannya. Dengan itu, bisa dikatakan bahwa Es Teler 77 merupakan makanan cepat saji Indonesia yang memulai bisnis waralaba.  Tujuh tahun kemudian, tepatnya di tahun 1977 mengikuti trend gaya hidup akhirnya Es Teler 77 membuka gerai di Mall. Saat itu Es Teler 77 tidak hanya menjual es teler namun juga sudah merambah ke bisnis kuliner lainnya dengan memperkenalkan konsep makanan Siap  saji yang menyajikan makanan dan minuman jajanan populer Indonesia.

4. Bumbu Desa

4_57.jpg

Meski berkonsep restoran tradisional yang menyajikan masakan dengan bumbu desa namun ternyata Bumbu Desa mampu menjadi masakan mancanegara. Restoran yang berdiri sejak tahun 2004 ini, awalnya hanyalah sebuah restoran di Jalan Laswi Bandung. Namun karena banyak peminatnya akhirnya Bumbu Desa membuka outlet di beberapa kota seperti Surabaya, Jakarta, Bogor, Makassar, Cirebon, Tangerang, Yogyakarta, Depok, Bali, Palembang, Padang, Bukittinggi dan Balikpapan

5. Ayam Bakar Mas Mono

5_60.jpg

Jika melihat kesuksesan Pramono atau akrab disapa mas Mono pasti tak ada yang mengira kalo dulunya Mas Mono mengalami masa-masa pahit. Pria kelahiran Madiun ini selepas lulus SMA mengadu nasib di ibukota sebagai office boy di sebuah perusahaan nama di Jakarta. Di sana dirinya tak mau hanya berdiam diri sebagai OB namun saat tak ada kerjaan dia manfaatkan fasilitas kantor dengan belajar komputer dan lain-Iain. Hingga akhirnya dia dipercaya menjadi supervisor.

6. Pecel lele Lela

6_48.jpg

Bisnis Pecel Lele Rangga mulai naik pamor lagi saat banyak pelanggan yang bukan hanya ingin membeli namun juga ingin mewaralabakannya. Hingga kini warung makan pecel lele lela  sudah membuka 42 cabang di seluruh Indonesia dan satu cabang di malaysia dengan omzet  4,8 miliar

7. Alfamart

Meski telah memiliki gerai yang banyak, Alfamart tak mau berpuas diri. Minimarket tersebut tetap berinovasi dengan mencari peluang di industri e-Commerce. Dengan cara menambah layanan yang berkaitan dengan pembayaran di toko-tokonya. Alfamart juga memasang  target untuk mempunyai toko yang berfungsi untuk titik pembaya ran.  Alfamart sendiri berdin‘ di bawah naungan PT Alfaria Tn'jaya sejak tanggal 22 Februan 1989 oleh Djoko Susanto, seorang pengusaha rokok asal Jakarta. Di tahun 1999, Djoko membuka janngan minimarket yang dia beri nama Alfa Minmart yang pertama kali berdiri di Jalan Beringin Jaya Karawaci Tanggerang. 4 tahun kemudian barulah resmi berganti nama menjadi  Alfamart

8. California Fried Chicken (CFC)

7_42.jpg

Meski banyak yang mengira bahwa CFC seperti KFC yang merupakan waralaba asal Amerika yang memproduksi ayam crispy. Nyatanya CFC asli Indonesia, hanya namanya saja menggunakan nama salah satu negara di Amerika, California.  Perusahaan yang didirikan sejak tahun 1989 ini, ternyata tak mau hanya namanya saja yang seperti KFC namun juga bisnisnya. Makanya perusahaan generasi pertama di Indonesia yang memperkenalkan konsep restoran siap saji berbahan dasar ayam ini juga mencoba  peruntungan di nega ra tetangga. Agar lebih dikenal dunia.

9. Ayam Bakar Wong Solo

8_28.jpg

Ternyata ayam memang menjadi waralaba favorit mancanegara karena beberapa waralaba yang menyajikan ayam sukses di negara tetangga. Sebut saja ayam bakar Mas Mono dan  California Fried Chicken yang telah memiliki outlet di beberapa nega ra.  Dan kali ini Ayam Bakar Wong Solo yang sudah membuka waralaba di Malaysia. Outletnya sudah ada enam di sana, diantaranya ada di daerah Kampung Baru, Cheras, Ampang, Bangi, Shah Alam dan Melaka.  Ayam bakar asli Solo ini sebelum mengepakan sayap ke negara tetangga juga telah berhasil melebarkan saya di negeri sendiri. Mulai dari Ujung Sumatera hingga Pangkal Papua sudah ada outletnya.

10. Es Batok 212

9_20.jpg

Es batok 212 dari namanya orang berpikir bahwa es tersebut merupakan produksi aksi 212 tahun 2016. Padahal es batok 212 telah berdiri sejak 12 Desember 2008. Nama tersebut terinspirasi dari nama Wiro Sableng 212.  Es batok sendiri hampir sama dengan minuman segar lainnya hanya saja penyajiannya es tersebut menggunakan batok kelapa. Meski hanya minuman segar namun bisnis ini telah besar di pasar nasional bahkan internasional. Karena sejak awal berdiri, bisnis yang dinaungi oleh bendera dagang Basfit Rafindo Galesong Group tersebut menawarkan konsep  berdagang yang berbeda. Mereka menjajakan esnya dengan konsep booth.

Hello Sis, koleksi fashion & lifestyle terbaru ini cocok buat kamu lho..