Tech In Asia - Sebagai salah satu layanan penyedia pembayaran cashless, Dimo Pay Indonesia mengumumkan adanya dua layanan terbaru, yakni QR Cashier dan QR eCommerce & Pay in App. Brata Rafly, CEO Dimo Pay Indonesia yang ditemui dalam gelaran Indonesia Fintech Forum & Conference pada 30 Agustus 2016 mengatakan bahwa ini menjadi langkah Dimo untuk melakukan edukasi berkelanjutan tentang cashless di Indonesia.

Brata lebih lanjut mengatakan bahwa kini dengan meningkatnya penetrasi smartphone dan ekosistem e-commerce yang juga semakin ramai, masih sedikit pemanfaatan metode pembayaran yang lebih mudah dan efisien. “Meski telah banyak pilihan pembayaran cashlessdari bank konvensional dan perusahaan telekomunikasi, edukasi ke pelaku bisnis rumahan seperti UKM masih sangat minim,” terangnya.

Optimasi layanan transaksi bagi pelaku bisnis rumahan dan warga perkotaan

Dimo Pay memberikan layanan QR Cashier ini sebagai pilihan untuk pasar B2B menengah ke bawah yang lebih banyak menggunakan smartphone low-end. Menurut Brata, teknologi scan QR Code yang dimiliki Dimo ramah bagi smartphone dengan kualitas low-end karena hanya mengandalkan kamera.

“Masih banyak UKM dan bisnis rumahan lainnya yang bingung dalam melakukan pembukuan transaksi yang ringkas dan tanpa repot. Pengguna tinggal memasukkan nilai dari setiap transaksi dan akan terekam secara langsung. Terlebih, tidak ada batasan transaksi untuk layanan QR Cashier ini,” ucap Brata.

Sedangkan layanan QR eCommerce & Pay in App menjadi solusi dari Dimo untuk warga ibu kota yang gemar berbelanja online. Hal ini juga, menurut Brata demi memudahkan e-commerce menaikkan omzet penjualan karena konsumen hanya perlu scan QR Code untuk membayar apa yang ingin dibeli.

Gaet banyak pihak untuk bekerja sama

Sejak beroperasi di Maret 2016, Dimo Pay hingga saat ini sudah bekerja sama dengan lebih dari empat ribu merchant di Indonesia. Merchant yang bekerja sama tersebut berasal dari beragam kategori, mulai dari restoran, e-commerce, toko kosmetik, dan lainnya.

Dengan hadirnya dua layanan terbaru dari Dimo Pay ini, Brata mengharapkan penambahan hingga 20.000 merchant yang bekerja sama dalam waktu dekat. Ia mengaku bahwa akan lebih melakukan pendekatan bagi UKM di beberapa daerah.

Sebagai tambahan informasi, Dimo Pay telah mendapatkan pendanaan dari Sinar Mas Digital Ventures (SMDV) dan beberapa investor dari luar negeri, dengan nilai investasi yang tidak disebutkan. Menurut Brata, Dimo tidak mengikuti alur pendanaan normal startup, karena SMDV telah berinvestasi penuh sejak awal.

Selain Dimo Pay, terdapat beberapa aplikasi e-wallet lainnya yang menerapkan pembayaran dengan QR Code, yaitu Sakuku dari Bank BCA dan iPaymu.